Minggu, 23 Oktober 2022

Hakikat Ilmu Kimia

 

 


Ilmu Kimia

Ilmu kimia adalah bagian dari IPA yang focus pada pembahasan tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya.

-          Susunan materi, adalah berupa tentang unsur, senyawa, dan campuran.

Unsur adalah zat yang paling sederhana yang sudah tidak bisa dibagi lagi, contohnya H, O

Senyawa adalah zat yang terbentukdari gabungan beberapa unsur dengan perbandingan tertentu contohnya H2O

Campuran adalah gabungan anatara dua zat atau lebih di mana sifat penyusunnya tidak berubah contohnya larutan gula, susu.

-          Struktur materu, yaitu menjelaskan tentang ikatan yang terjadi anat atom sampai terbentuk molekul unsur (O2), molekul senyawa(H2O), atau ion(Na+).

-          Sifat materi, yaitu sifat suatu kimia zat seperti mudah terbakat, korosi, mudah beraksi dengan zat lain, dsb.

-          Perubahan materi, ada perubahan fisika (fisik dan tidak menghasilkan zat baru) contohnya lilin yang dibakar, es mencair, air membeku. Dan perubahan kimia (fisik dan menghasilkan zat baru) contohnya besi berkarat, kayu dibakar, nasi menjadi basi.

 

Kedudukan Ilmu Kimia

1.      Kimia deskriptif adalah ilmu kimia yang didapatkan melalui pengamatan sifat zat.

2.      Kimia teoritis adalah ilmu kimia yang membahas tentang materi.

-          Kimia fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara kimia dan fisika berupa zat makroskopis, atomik ataupun subatomik ditinjau dengan hukum-hukum fisika.

-          Kimia organik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa organik.

-          Kimia anorganik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa anorganik.

-          Kimia analitik adalah ilmu yang mempelajari tentang kandungan suatu zat.

-          Kima lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang dampak pencemaran lingkungan, metode perhitungan kadar pencemaran, dsb.

-          Biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi-materi di dalam proses metabolisme tubuh.

Peran Ilmu Kimia

1.      Bidang kedokteran, digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit, teknologi rekaya genetika, dan radiologi.

2.      Bidang farmasi, digunakan untuk pembuatan obat.

3.      Bidang kriminologi, digunakan untuk proses visum, pemeriksaan urine.

4.      Bidang pertanian, digunakan untuk pembuatan pupuk, pestisida, pemulihan tanaman.

5.      Bidang Biologi, digunakan untuk mempelajari reaksi-reaksi dalam tubuh makhluk hidup.

6.      Bidang seni, digunakan untuk menentukan keaslian suatu karya seni / lukisan.

7.      Bidang arkeologi, digunakan untuk menentukan umur fosil melalui peluruhan inti radioaktif.

 

Metode Ilmiah

Ada beberapa indikator/petunjuk untuk menyelesaikan suatu masalah dalam pembelajaran kimia, sebagai berikut :

1.      Merumuskan Masalah

Merupakan sebuah tahapan setelah melakukan suatu pengamatan terhadap suatu permasalahan, kemudian akan diperoleh fakta yang berkaitan dengan masalah yang akan dihadapi, dengan menyusun hipotesis/dugaan sementara.

2.      Menguji Hipotesis

Merupakan tahapan untuk membuktikan hasil hipotesis dengan melakukan eksperimen melalui tahapan berikut :

·         Perencanaan

·         Pelaksanaan Eksperimen

ü  Taraf perlakuan

ü  Pengendalian faktor lain

ü  Pengulangan

ü  Pengukuran

3.      Observasi dalam Eksperimen

Merupakan tahapan mengamati dengan teliti perubahan atau gejala yang terjadi ketika melakukan eksperimen dengan maksud untuk mengumpulkan data yang lebih banyak.

4.      Menjawab Masalah

Merupakan tahapan untuk menganalisis data yang diperoleh dalam eksperimen dengan mencari rata-rata semua data yang diperoleh atau diubah ke dlaam persen kekmudian dibuat grafik lalu ditafisrkan dan dijadikan pijakan untuk membuat keismpulan.

5.      Menguji Jawaban

Merupakan tahapan untuk meyakinkan keberan suatu jawaban dengan melakulakn eksperimen ulang dengan kondisi dan perlakuan sama. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa hasil analisis eksperimen valid.

6.      Menarik Kesimpulan

Merupakan tahapan akhir berupa penarikan kesimpulan berdasarkan hasild ari eksperimen dengan hipotesis yang dibuat di awal akankah diterima atau ditolak.

Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang dilakukan secara sambung-menyambung dan terakumulasi dan kemudian melahirkan teori yang mampu menjelaskan maupun meramalkan fenomena – fenomena.

Ciri – ciri :

·         Purposiveness, yaitu focus dengan tujuan yang jelas

·         Rigor, teliti, yaitu memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik

·         Testibility, yaitu prosedur pengujian hipotesis jelas

·         Replicability, yaitu pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau sejenis.

Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia

Keselamatan laboratorium adalah keadaan terbaik dalam bekerja di tempat yang dilengkapi peralatan untuk mengadakan percobaan.

Yang perlu dilkukan dalam keselamatan kerja di laboratorium :

-          Menggunakan alat pelindungan diri / APD berupa jas praktikum, kacamata goggle (opsional), sarung tangan, sepatu tertutup, dan masker.

-          Memahami simbol keselamatan kerja.



 


Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

 Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Pengertian : Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk keanekaraman sumber day...